Translate

Wikipedia

Search results

Follower

copyright@ambarbayususetyo. Powered by Blogger.

SEJARAH DAN JENIS AYAM SHAMO (part 1)

AYAM SHAMO
 
Ayam Shamo yang kita kenal secara resmi dikenal sebagai O-Shamo, tetapi mereka memiliki banyak sub-spesies seperti Chu-Shamo, Taiwan-Shamo, Tuzo, dan masih banyak yang lain. Perbedaanya hanya dalam berat dan jenis.

Trah ini didatangkan ke Jepang pada abad ke-16. Namanya berasal dari kata "Sham" yang berarti "Siam (Thailand)". Ini adalah alasan mengapa kebanyakan orang berpikir bahwa jenis ayam ini adalah keturunan dari ayam hutan
Malayoid kuno, tetapi yang sudah punah. Pada awal abad ke-16 penguasa Jepang Ieyashu Tokugawa memperbolehkan pedagang dan pelaut Jepang  untuk memulai perdagangan dengan negara-negara di seluruh Asia. Maskapai "redseal", sebuah kapal yang diberi izin perdagangan oleh kaisar sendiri berlayar ke India, Vietnam, Cina, Siam, Filipina, Indonesia, Burma, dan wilayah asia lainya. Selain untuk misi perdagangan, mereka juga mencari hal-hal baru dan menarik untuk diimpor ke Jepang. Diantara hal-hal menarik tersebut termasuk juga berbagai jenis ayam petarung. Ayam-ayam ini kemudian disilangkan satu sama lain atau dengan ayam lokal.

Sebuah trah ayam petarung baru berusaha diciptakan dan dikembangkan. Dari waktu ke waktu keturunan yang paling sukses bertahan kemudian dibiakan untuk dijadikan standar / patokan. ayam petarung dari Jepang yang paling terkenal baik di dalam negeri maupun di luar Jepang, adalah O-Shamo. Kadang-kadang disebut 'Raja Gamefowl' atau raja ayam petarung.

Ciri-ciri fisik
Memiliki pial (jengger) belah tiga atau istilahnya walnutcomb, mata cerah, paruh besar dan kuat, ujung sayap agak sedikit keluar dari tubuh, sendi sayap jelas mengarah ke atas, paha kuat berotot dan terlihat jelas. Bahu yang menonjol dengan sayap yang kuat pendek mengarah ke bawah. Kulit merah pada dada yang tidak memiliki banyak bulu sera memiliki dada bidang. Garis ekor harus horisontal, searah punggung atau di antara garis punggung. Warna bulu betis berwarna kuning atau kuning dengan bercak hitam untuk ayam dengan dominasi warna hitam. Di Eropa betis willow-hijau terlihat tetapi menurut informasi yang tersedia warna ini tidak diterima di 'standar kesempurnaan' Jepang resmi. Karena berbagai kondisi iklim dan kegemaran yang berbeda di berbagai daerah di Jepang, sedikit perbedaan dalam berat dan ukuran adalah sangat dimungkinkan. Berat ayam jantan berkisar 12,3 Lbs (5.6 Kg), betina berkisar 10,7 Lbs (4.8 Kg). Pendapat ini disampaikan oleh Yoshihisa Kubota (Sekretaris Komunitas ayam di Jepang ) meskipun tidak banyak dari ayam ini terlihat di arena pertarungan. Di Eropa ayam O-Shamo jantan harus memiliki berat minimal 8,8 Lbs (4 Kg),sedangkan ayam betina 6,6 Lbs (3 Kg). Berikut ini adalah ilustrasi tentang ayam shamo.



Banyak peternak menyebut ayam petarung jepang dengan berbagai nama seperti "Koyama Shamo, Suzuki Shamo, Makino Shamo, Teramoto Shamo", Seto Shamo dan sebagainya. Hal Ini tidak harus dilihat sebagai jenis yang berbeda tetapi hanya nama trah ayam Shamo terkenal dari para peternak (strain). Sama halnya seperti di indonesia, sebagai contoh meskipun Ayam "x" berjenis BK dan peternaknya memberi nama "Jagal" bukan berarti "Jagal" ini berbeda trah dari ayam BK lainya. Menurut sumber-sumber Jepang hanya ada O-Shamo (Shamo kelas berat) dan Chu-Shamo (Shamo kelas menengah). O-Shamo yang berlaga di arena di Jepang hanya dengan taji tumpul (lepek) tetapi tidak pernah dengan baja atau taji buatan seperti halnya di arena sabung ayam indonesia khususnya di pulau Bali. Namun di beberapa Negara seperti di belgia, ayam Shamo yang berlaga dipasangi taji baja. O-Shamo adalah jenis ayam petarung yang ideal yang menggabungkan ukuran, berat, kecepatan, kekuatan, stamina dan daya tahan {Informasi: Yoshihisa Kubota (Sekretaris Jepang Unggas Masyarakat) dan Julia Keeling (Isle of Man)}. 
Sedangkan menurut I. Teramoto (mantan Presiden "Nippon Gunkei Hyogi Kai") ada 2 macam sabung ayam di arena tarung di Jepang:

1. Pertarungan di mana pemenang ditentukan setelah pertarungan
seri tanpa taji buatan dan tanpa
    hadiah uang. Semua jenis Shamo digunakan.
2. Pertarungan di mana satu-satunya tujuan adalah untuk mendapatkan uang. Hal ini umumnya  
    diperoleh dengan pertarungan yang cepat dan ringan atau dijepang disebut Satsumadori.

"Nippon Gunkei Hyogi Kai" adalah sebuah organisasi yang mendukung sabung ayam
jenis pertama . Ayam Shamo yang digunakan dalam pertarungan dapat dibagi menjadi 2 kelompok, 'Buchidori' (atau semidori) dan 'Ukedori'. Ayam kelompok 'Buchidori' memiliki leher yang kuat, konsentrasi yang baik dan cepat. Dia mengalahkan lawannya dalam waktu singkat, namun teknik pertahanannya lemah. Ayam 'Ukedori' memiliki daya tahan yang sangat kuat. Dia bisa menghindari serangan lawannya dengan mudah dan dia menyerang kembali ketika lawannya lelah.

Pertarungan yang diselenggarakan, diberi waktu istirahat setiap dua puluh menit, untuk memberikan air pada ayam hanya selama satu menit. Perkelahian Ayam 'Buchidori' sebagian besar diselenggarakan di musim semi dengan ayam muda, yang lahir setelah februari tahun lalu. Perkelahian dibagi kedalam 7 kelompok sesuai dengan berat badan mereka. Arena Pertandingan atau ring yang digunakan disebut Dokyo atau Shiba dan memiliki diameter 2 m dan dikelilingi dengan bambu atau rumput kering. Pertandingan babak pertama selama 40 menit, pertandingan babak kedua selama 60 menit, pertandingan babak ketiga dan pertandingan babak berikutnya 70 menit dan pertandingan final selama 90 menit. Seekor aya dinyatakan kalah ketika salah satu peristiwa berikut terjadi:
* Tobidashi atau Aikiri: ayam
berjalan atau melompat keluar dari arena atau dia menunjukkan bahwa dia ingin berhenti.
* Hashi zeië: paruh menyentuh tanah selama lebih dari 3 menit
* Munetuki: dada menyentuh tanah selama lebih dari 3 menit
* Kamenoko: menyembunyikan / meletakan kepala di punggung musuh.

Ketika ada yang kalah setelah pertandingan selesai, kedua ayam dapat berpartisipasi dalam pertandingan berikutnya melawan ayam lain. Sumber lain mengatakan bahwa sebagian besar pertarungan di Jepang adalah antara ayam besar (+4,5 Kg - 5 Kg) dan ayam yang lebih kecil (lebih ringan.sekitar 3,7 Kg). Peraturanya adalah ayam yang lebih kecil harus bertahan selama 1 jam, jika dapat bertahan maka ayam tersebu menang dengan kata lain ayam besar harus meng-KO ayam kecil dengan waktu dibawah 1 jam. Karena arena yang digunakan sangat kecil, maka ayam besar tidak dapat mengambil ruang yang dia butuhkan untuk sepenuhnya mengembangkan serangannya. Ayam yang lebih kecil, lebih cepat dan tidak perlu begitu banyak ruang untuk menyerang. Jepang adalah satu-satunya negara yang saya tahu di mana pertarungan yang dilakukan antara ayam dengan kelas /
berat yang berbeda.
 
Peternak Jepang selalu ingin bereksperimen dan mencari jenis yang lebih ekstrim. Selain dari jenis Ô-Shamo kelas berat, ada juga beberapa jenis lainya seperti :

Tosa-Chibi
Tosa-chibi: terkecil di
keluarga Shamo beratnya hanya 750 gr. Jenis ayam ini telah menjadi sangat langka. Cara berdirinya tidak begitu ekstrim vertikal dan bulu mereka lebih lembut. Jenis ini berasal dari trah Ko-Shamo. Meskipun mereka sangat kecil, mereka memiliki proporsi yang seimbang normal antara leher, tubuh dan kaki. Di Jepang mereka adalah contoh jenis ayam dengan kaki pendek yang ekstrim dalam bertarung. 
sumber: http://www.longtail-fowl.com/html/tosa_chibi.html
Chibi
Dikembangbiakkan menjadi versi kecil dari Yamato (lihat lebih lanjut). Ayam jantan dewasa beratnya hanya 1Kg. Mereka memiliki leher, kaki dan tubuh yang pendek. Memiliki postur berdiri yang tegak dan disertai bulu yang sangat pendek.
Ko-Shamo: Jenis ini yang paling terkenal di kalangan Shamo kecil. Mereka memiliki postur tegak, panjang dan berdiri total vertikal, dengan 1/3 leher, 1/3 tubuh dan 1/3 kaki proporsi. Kepala tebal dan bulat tapi belum begitu banyak keriput sebagai Chibi. Bulu-bulu yang sangat pendek. Sayap tidak mengepit badan dan ketika mengepit pada waktu yang sama. Sayap-tips ujungnya menempel di atas atau di samping ekor, bukan di bawah ekorAyam jenis ini memiliki berat sekitar 1 Kg saat mereka berusia 1 tahun, ketika mereka tua mereka dapat menjadi sedikit lebih berat. Karakter mereka menakjubkan, mereka tidak kenal takut dan sangat ramah dengan pemelihara mereka, bahkan anak-anak pun dapat bermain dengan mereka. Di Eropa banyak ayam yang telah menyeberang selama bertahun-tahun sehingga mereka kehilangan jenis ayam yang memiliki karakter unik dan ekstrim. Tetapi masih ada beberapa peternak yang selalu menyimpan trah yang asli.
Bersambung ke Ayam Shamo Part 2



MACAM MACAM PENYAKIT AYAM BANGKOK (BAGIAN 1)

Penyakit SNOT, CRD dan PULLORUM

Bagi pecinta ayam laga, ayam yang sakit pasti membawa dampak baik psikologis bagi pemeliharanya maupun dampak fisik terhadap ayam bangkok itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering muncul pada ayam bangkok dan cara pencegahan serta pengobatannya :
Penyakit Snot (Coryza)
Penyakit Snot atau coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot dapat menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam, biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Perubahan musim biasanya akan mempengaruhi kesehatan ayam. Angka morbiditas kawanan unggas bervariasi antara 1-30%. Mortalitas atau Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30%.

Cara penularan
Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.
Gejala klinis
Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut
- pengeluaran cairan air mata
- ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
- keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- Pembengkakan didaerah sinus infra orbital
- terdapat kerak dihidung
- napsu makan
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.

Perubahan patologi
Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata (periorbital fascia). Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa.

Diagnosis
Bakteri Haemophillus gallinarum dapat diisolasi dari swab sinus ayam yang menderita penyakit akut. Isolasi laboratorium dapat dilakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah digores staphylococcus sp dan diinkubasi dalam suasa anaerob.

Diferential diagnosa
Diagnnosa banding dari penyakit coryza adalah Mikoplasmosis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Infectious Laryngotracheitis (ILT) .

Pengobatan
Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular. Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur.

Pengendalian
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

Penyakit Ngorok atau Chronic Respiratory Disease (CRD)

Penyakit Ngorok biasa juga disebut dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac. Penyakit Chronic Respiratory Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penularan terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.
Faktor predisposisi atau faktor pendukung
- Kondisi kandang yang lembab
- Kepadatan kandang yang terlalu tinggi
- Litter yang kering
- Kadar amonia yang tinggi.

Cara penularan
Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat. Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan, tempat pakan, hewan liar maupun petugas kandang.

Gejala klinis
Ngorok basah, adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya. Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan dan keluarnya cairan bernanah dari hidung.

Pengobatan
Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.

Pencegahan
Membeli ayam baik indukan, pejantan, dan anakan yang benar-benar terbebas dari chronic respiratory disease (CRD). Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area ayam.

Penyakit Berak Kapur atau Pullorum

Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea= BWD). Penyakit ini menimbulkan mortalitas yang sangat tinggi pada anak ayam umur 1-10 hari. Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, beberapa burung liar. Pullorum atau Berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini mampu bertahan ditanah selama 1 tahun
Di Indonesia penyakit pullorum merupakan penyakit menular yang sering ditemui. Meskipun segala umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi pada anak ayam yang baru menetas. Angka morbiditas pada anak ayam sering mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka kematian dapat mencapai 85%.

Cara penularan
Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:
- Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
- Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.

Gejala klinis
- napsu makan menurun
- feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
- Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
- kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering
- jengger berwarna keabuan
- mata menutup dan nafsu makan turun
- badan anak ayam menjadi lemas
- sayap menggantung dan kusam
- lumpuh karena artritis
- suka bergerombol

Perubahan patologi
Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu.

Diagnosis
Isolasi dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test).

Pengobatan
Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.

Pencegahan

Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.
Datangya penyakit pada yam bangkok kesayangan kita memang tidak pasti, tetapi alangkah baiknya kita berusaha mencegah datangnya penyakit dengan menjaga kebesihan kandang dan vaksinasi secara teratur.

OBAT TRADISIONAL AYAM BANGKOK

BAWANG PUTIH SEBAGAI ANTIBIOTIK ALAMI
         AYAM BANGKOK

   Bawang putih (Allium sativum) merupakan tanaman umbi yang termasuk ke dalam keluarga Amaryllidaceae.(Farrel,1985) Bawang putih yang ada di Indonesia berasal dari daerah Kirgiztan, Asia Barat yang kemudian tumbuh menyebar ke Mesir, Perancis bagian Selatan, Italia dan Sisilia.
Bawang putih memiliki beberapa jenis diantaranya adalah bawang putih varietas putih, merah muda dan kuning. Menurut Reynold (1982) untuk tujuan pengekstrakan, bawang putih varietas putih lebih banyak digunakan. Struktur morfologi bawang putih terdiri dari akar, batang semu, tangkai, dan bunga pendek (Farrel,1985). Umbi bawang putih tersusun dari beberapa siung yang dibungkus dengan kulit putih tipis. Umbi tersebut merupakan batang semu dan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
     Bawang putih sebagian besar terdiri dari air (56-68%) dan karbohidrat (26-30%). Komponen yang paling signifikan secara medis, adalah kandungan senyawa organosulfur (11-35 mg/g fresh garlic). Bawang putih juga banyak mengandung senyawa sulfur seperti penicilin dan prebucol.
    Diare pada unggas khususnya ayam dapat terlihat dari feses yang dikeluarkan ayam. Feses atau berak ini tidak berwarna coklat seperti biasanya. Tidak jauh dengan manusia ketika mengalami diare, feses yang dikeluarkan ayam pun berstruktur encer dengan tambahan warna putih seperti kapur atau hijau. Diare ini terjadi karena ada infeksi pada sistem pencernaan yang bisa diakibatkan oleh bakteri atau cacing.
Penyebab diare dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis berak yang dikeluarkan ayam, diantaranya:

1. Berak Kapur atau Pullorum

Berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari. Gejala yang timbul adalah napsu makan menurun, kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur, bulu dubur melekat satu dengan yang lain, jengger berwarna keabuan, badan anak ayam menjadi menunduk, sayap terkulai, dan mata menutup. Selain itu anak ayam akan terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat.
Berbeda dengan ayam dewasa, gejala berak kapur tidak benar-benar tampak. Ayam dewasa yang terkena berak kapur akan mengalami penurunan produktivitas telur, depresi, anemia, kotoran encer dan berwarna kuning.

2.   Berak Hijau

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, demikian pula pengobatannya. Selama ini penyakit ini diduga disebabkan oleh bakteri sejenis Salmonella pullorum. Penularan berak hijau sangat mudah yaitu melalui kontak langsung termasuk saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan ayam yang sakit. Gejala penyakit ini adalah jengger berwarna biru, mata lesu, napsu makan menurun, dan sekitar pantat terlihat memutih dan lengket.
Selain karena bakteri, diare pada ayam disebabkan oleh tumbuhnya cacing Ascaridia galli di usus ayam. Infeksi cacing ini berdampak pada peradangan saluran pencernaan sehingga ayam tidak mampu untuk mencerna dan memanfaatkan makanan dengan baik dan pertumbuhannya terganggu. Castro (1990) menyatakan bahwa peradangan usus menyebabkan pelepasan zat-zat seperti histamin, serotonin, prostaglandin yang dapat dapat merangsang peningkatan motilitas otot-otot polos. Peningkatan motilitas otot-otot polos saluran pencernaan menyebabkan gejala seperti muntah, sakit perut dan diare yang dapat menyebabkan fungsi pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan dalam usus menurun.

Pemberian bawang putih pada ayam Bangkok yang diare dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
  1. Pemberian potongan bawang putih pada ayam secara manual. Bawang putih dikupas dari kulitnya kemudian dipotong kecil-kecil, selanjutnya disuapkan pada ayam yang diare.
  2. Membuat serbuk bawang putih yang selanjutnya dijadikan tambahan komposisi ransum ayam.
Serbuk bawang putih diperoleh melalui beberapa proses, mula-mula dilakukan
pengupasan kulit luar lalu diris-iris tipis. Irisan bawang putih dijemur yang sebelumnya telah dilapisi plastik hitam tipis untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Kunyit dan bawang putih yang telah kering, lalu digiling untuk dibuat serbuk dengan mesin grinder. Kemudian dilakukan pengayakan, untuk memisahkan bahan padatan dan hanya yang berukuran kecil yang akan lolos. Serbuk ini kemudian ditambahkan pada komposisi ransum ayam bangkok.

JENIS AYAM PETARUNG

JENIS -JENIS AYAM PETARUNG

Seperti juga hobi burung kicau, ayam - ayam petarung yang sudah mempunyai prestasi mengagumkan,beberapa kali juara,bahkan pernah membunuh lawan tarungya, bisa memiliki harga yang tak umum hingga mencapai ratusan juta rupiah. Tapi tidak sedikit para penghobi ayam yang mencari dan melatih ayam petarung dari bahan / bakalan dari indukan berkualitas atau juara (pernah juara). Mereka berpendapat bahwa kualitas keturunan diwariskan dari indukanya yang mempunyai mental tempur yang tangguh.

Selama ini kita hanya mengenal ayam bangkok sebagai ayam aduan, sebab di kalangan para pengemar ayam petarung banyak yang lebih memilih ayam bangkok sebagai jagoanya. Padahal banyak jenis ayam yang dijadikan sebagai ayam petarung yang berasal dari berbagai negara di dunia. Kekuatan serta kamampuan merekapun tidak kalah dari ayam yang berasal dari Thailand. Berikut ini adalah beberapa jenis ayam petarung populer yang umumnya ada di gelanggang tarung.

1.Ayam bangkok
Menempati posisi satu dari jenis-jenis ayam petarung yang digemari. Ayam bangkok yang berasal dari Thailand, di samping terkenal sebagai ayam terpopuler di kalangan pengemar ayam aduan juga memiliki otak paling cerdas saat di arena pertarungan. Hal ini di dapatkan tergantung dari garis keturunan, cara merawat ayam dan cara melatih ayam yang dilakukan peternak. Karena itu, jenis ayam ini bisa memiliki gaya petarung yang khas, cepat, keras dan mematikan.

2.Ayam brazilian
Sesuai namanya,ayam ini berasal dari negara brazil.jenis ayam ini terkenal dengan gaya bertarung yang hebat dengan kenggulan kecepatan pukulanya.

3.Ayam burma
Dalam bertarung,jenis ayam petarung jenis ini punya semangat memenangkan pertarungan yang sangat luar biasa.gaya bertarung begitu agresif,menyerang langsung ke arah lawan.karakter ayam burma yang kuat sering dijadikanalasan untuk mengawinkan ayam burma dengan ayam bangkok. Tujuanya supaya dihasilkan keturunan ayam yang membawa karakter induk.

4. Ayam Shamo
Ayam samo dikenal juga dengan julukan"ninja mini dari jepang" di bandingkan ayam aduan lainya,bentuk fisik ayam shamo paling atletis.satu hal lagi,ayam shamo punya pukulan yang akurat mengenai lawanya.

5.Ayam philiphine
Ayam yang berasal dari negara filipinaini di kenal dari kecepatan gerak dan taji pisau yang mampu melukai lawan.

6.Ayam saigon
Vietnam juga mempunyai ayam petarung yang tak kalah hebatnya.namanya di kenal oleh para pengemar ayam dengan sebutan ayam saigon.ayam ini sangat kuat dengan kekuatan pukulan melebihi beberapa ayam petarung lainya. Ciri fisik yang bisa dikenali dari ayam saigon adalah botaknya.di bagian leher dan kepala ayam saigon memang tidak di tumbuhi bulu seperti kebanyakan ayam lainya.

7.Ayam siam.
Hampir mirip dengan ayam burma.ayam siam juga memiliki karakter pantang menyerah ketika di arena.ayam ini mempunyai pukulan yang cukup keras dengan gaya bertarung paling variatif di bandingkan dengan ayam aduan lainya.